Plastic Memories (Spring 2015) Review " Cengeng Namun Tetap Menggelitik"




Alternative Title
☆ Synonyms : Plamemo
☆ Japanese : プラスティック・メモリーズ Status

Information
☆ Type : TV
☆ Episodes : 13
☆ Status : Curently Airing
☆ Aired : Apr 5, 2015 to ?
☆ Producers : Aniplex, Doga Kobo, Aniplex of AmericaL, Mages
☆ Genres : Sci-Fi, Drama, Romance
☆ Duration : 24 Min per Episode
☆ Rating : PG-13 – Teens 13 or older

    Teman-pembaca ketemu lagi dengan gw, semoga teman-pembaca ga bosen mha tulisan gw yang itu-itu aja ga ada kemajuan ha-ha-ha atau ga ada bahan lain yang di bahas, :-\(+_+) maklum aja teman-pembaca namanya juga amatir yah beginilah otaknya mentok di sini kaga jalan-jalan hiihii, Ok di pertemuan kali ini gw Mao ngereview anime yang bikin gw nangis tersedu-sedu teman-pembaca dan juga tawa secara bersamaan, padahal udah agak lama gw nonton nie anime walaupun gw ga pas on going, namun tetap ajah masih berasa banget nie anime terlebih pas gw dengar endingnya beuhhhhhh merinding.

     Gimna jadinya kalo kita punya orang yang kita sayangi dan susah payah buat dapetin nya tiba-tiba kita mengetahui kalo dia cuma bisa hidup dengan waktu yang udah di tentukan, nyesek banget kan, sakit banget rasanya, dan kita juga pasti galau memilih antara melanjutkan hubungan ini atau kita udah ajah mengakhiri dari pada sakit pada akhirnya karena terlalu banyak moments yang udah di lalui namun harus berakhir, yah anime nie membahas tentang yang gw sebutin di atas.

     Anime ini memiliki plot di masa depan terdapat giftia atau android ( manusia robot) hidup berdampingan dengan orang-orang dan para Giftia hidup layaknya manusia, yah Giftia banyak dijadiakan sebagai pekerja, teman bermain, orang tua asuh, bahkan teman hidup dari orang-orang tua yang merindukan sosok seorang anak, namun Giftia ini memiliki masa hidup hanya sampai 81.920 jam (sekitar 9 tahun 4 bulan), yang kemudian mereka bakal di reset sistem nya dan menghapus semua kenangan semasa hidupnya, jika telat di reset dari masa hidupnya dia bakal menjadi android yang sangat mengerikan kesadaran mereka bakal hilang dan ga segan buat membunuh orang-orang, dan terbentuklah sebuah lembaga bernama Terminal Service yang bertugas untuk menjalankan tugas tersebut untuk para Giftia yang sudah waktunya.
Mao dong jadi bonekanya 
     Di lembaga tersebut ada seorang anak baru bernama Tsukasa Mizugaki yang tak lain adalah sang protagonis di anime ini, singkat cerita dia di pasangkan dengan Giftia bernama Isla untuk bertugas mengreset para Giftia yang sudah habis masa tenggang nya, awalnya mereka seperti ga ada ketertarikan namun lama mereka mulai jatuh cinta di saat cinta sudah terjadi tsukasa harus mengetahui kalo Isla sudah mendekati masa hidupnya.

     Plot yang menurut gw cukup berbeda dengan biasanya, yah biasanya yang menjadi karakter yang sudah di tentukan hidupnya adalah manusia yang terkena penyakit tertentu namun kali nie mengambil karakter android, apakah dengan mengganti dengan Android teman-pembaca bakalan ga merasakan feel atau berasa ga perduli dengan nya, ternyata ga sang kreator berhasil membuat gw pribadi sangat berasa banget feel-nya gw berasa banget jadi shi Tsukasa atau pun Jadi si Isla.

     Cerita mukin fokus pada 2 karakter ini dalam menjalankan tugas dan tinggal bersama, saat mereka berdua di hadapkan dengan tugas untuk mengreset para Giftia dan membuat bahagia sang pemilik, namun kadang terdapat penolakan dari pemilik Giftia dan bayangkan saja setalah 9 tahun yang sudah di lalui harus berakhir dengan sang Giftia ga ingat siap dia dan pemiliknya pasti terdapat gejolak sangat besar, dan gw pribadi hanyut dengan hal itu banyak moment sedih dalam pekerjaannya.

    Dari progres ini lah sedikit demi sedikit Tsukasa mulai tumbuh rasa cinta kepada Isla, demikian juga isla, progres cinta di anime nie cukup santai dan menggelitik buat gw pribadi, di mulai dari pdkt dan ada penolakan di awal pengukapan, biasanya kalo di tolak tuh pasti di gambarkan  suasana melow tapi di sini tsukasa di gambarkan sangat mengenaskan dan mengundang tawa bagi gw, tapi akhirnya di terima juga tapi apakah dengan di terima bakalan berjalan lancar hubungan mereka nyatanya ga, yah Isla merasa ragu dengan hubungan apakah akan mempererat mereka berdua, keraguan seperti ini cukup wajar jika melihat Isla tinggal sedikit lagi masa hidupnya, dan moment sedih pun di mulai.

     Dari segi Karakter pun mengalami perubahan di siap episode yah Isla yang awalnya canggung, dan ga terlalu perduli dengan Tsukasa, mulai terlihat lebih ceria dan tak canggung lagi, hubungan mereka berdua pun semakin saling membutuhkan satu sama lain, untuk karakter yang lain pun cukup membantu dalam hubungan mereka dan membuat sedikit masalah agar lebih menarik dalam cerita.

     Walaupun cerita menjalani masa hidup yang ada namun ga semua momen berakhir dengan sedih yah ada sedikit tawa yang cukup mengelitik gw pribadi, yah kadang tingkah para karakter membuat suasana yang harusnya sedih menjadi lucu bagi gw, moments pun terasa pas dengan hadirnya candaan ini, gw bisa bilang cengeng namun tetap ceria di sisi lain.
Masih banyak moments lucu walaupun banyak juga sedihnya
     Untuk Opening dengan judul “Ring of Fortune” by Eri Sasaki sudah menggambarkan anime ini bakal sedih dengan lirik yah sedih dan alunan musik yah sedih juga sangat pas dengan suasana di dalam cerita, dan untuk ending dengan judul “Asayake no Starmine” by Asami Imai cukup buat gw merinding dan sering kali meneteskan air mata pas dengernya karena sangat mengambarkan sang karakter Isla yang seperti ga Mao harus berpisah dengan Tsukasa,

     Untuk art ga istimewa namun juga ga jelek, setiap karakter di gambar dengan enak di pandang terlebih pakaian kantor para karakter ceweknya gw pribadi suka banget, yah di topang dengan cewek-cewek yang cakep menambah kesan mantep bagi gw, untuk lingkungan juga yah lumyan bagi gw pribadi.

     Katanya banyak orang yang bicara kalo anime ini cengeng namun bagi gw pribadi ga secengeng yang di bayangkan, memang terdapat moment sedih dan gw juga bisa neteskan air mata namun ada juga hall yang membuat gw tergelitik dengan tingkah karakter, anime ini mengajarkan kita walaupun masa hidup kita sudah di tentukan tapi kita harus tetap menjalani hidup dengan sebaik mungkin dan membuat memori yang tak terlupakan selama kita hidup.
Kebersamaan yang mengharukan 
     Sepertinya cukup review dari gw, dan untuk yang nyari anime yang sedih cocok banget nie anime, perasaan teman-pembaca bakalan di aduk-aduk dengan cerita di anime ini, sedih, senang, tawa, iba, prihatin, kesel, jengkel, putus asa, semuanya di padukan dengan baik, satu kata sebelum gw mengakhiri review ini, anime ini sangat rekomendasi dari gw buat teman-pembaca.

     Jika sisa hidupku sudah ditentukan, aku ingin tahu bagaimana aku akan menjalaninya ?
Aku akan menghabiskan waktu yang terbatas tersebut untuk hidup sepenuhnya sampai akhir.”
- Tsukasa Mizugaki -

Penikmat anime biasa yang ingin membagi apa yang ane rasakan pas nonton anime

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »