Dakashi Kashi 2 Review { Winter 2018 } ” Serba Kurang “

Yo apa kabar teman-pembaca semuanya? Semoga pada sehat selalu yah, dan ketemu lagi dengan gw anmey21, emm di kesempatan kali ini gw masih membahas hal yang sama yaitu review anime ( ahhhh loe mah review anime Mulu cuy), ok buat teman-pembaca yang emosi disana, jangan dulu naik darah ok.

Berhubung di otak gw cuman ada ide review yah dari pada entarnya ilang lagi mending gw tuliskan hehehehe ( alasan yang sangat aneh ), lupakan masalah tentang bahan tulisan sekarang teman-pembaca nikmatin saja baca review gw heheh.

Alternative Titles
☆ English : Dagashi Kashi 2
☆ Synonyms : DagashiKashi 2
☆ Japanese : だがしかし2
Information
☆ Type: TV
☆ Episodes: 12
☆ Status: Finished Airing
☆ Aired: Jan 12, 2018 to Mar, 2018
☆ Producers: TBS, Tezuka Productions
☆ Genres: Comedy, Shounen, Slice of Life
☆ Duration: 15 min per Episode
☆ Score: 7.97
     Langsung saja kali gw bakalan review anime yang cukup di tunggu tunggu kehadirannya, setelah season pertamanya yang mendulang sukses yang lumayan besar dan berhasil menarik para penonton anime.
     Di musim winter 2018 ini akhirnya season kedua dari Dakashi Kashi pun tayang, melanjutkan cerita tentang Hotaru yang mencoba untuk membujuk Coconatsu agar Mao melanjutkan penerus keluarganya untuk menjual jajanan jaman dulu yang mulai tergerus oleh jaman.
Toko yang mulai tergerus jaman

 

     Agar dia bisa merekrut ayyahnya Coconatsu untuk bisa berkerja di perusahaan di keluarga Hotaru, keseruan apa aja yang di tampilkan oleh anime ini dan jajanan apalagi yang akan muncul di setiap episodenya dan berhasilkah Hotaru membuat Coconatsu melanjutkan toko jajanannya, teman-pembaca akan tau setelah menonton anime ini.
# Durasi Yang Kurang
     Cukup di sesali bagi gw  anime yang gw tunggu tunggu harus terpotong durasinya, setelah season pertamanya yang menghadirkan durasi yang seperti anime pada umunya 24 menit per episode, season kedua dari anime ini malah jadi setengahnya menjadi 12 menit per episode.
     Sehingga keasyikan gw dalam menonton anime ini terasa kurang puas, dan beberapa hal yang harusnya bisa lebih di perlihatkan pun menjadi kurang maksimal karena pendeknya durasi dalam anime ini.
Liat kayak gini jadi berkurang

 

     Parahnya gw sempat berpikir emm kayaknya Shi bakalan amphe 24 episode ini karena durasi yang memendek kayak gini, namun sayang pikiran gw meleset anime ini tetap 12 episode saja dan itu membuat gw sedikit bersedih, sangat di sayangkan sekali.
# Penampilan Hotaru Yang Kurang
     Bukan hanya duarsi saja yang berkurang, imbasnya Hotaru sang karakter yang memiliki popularitas yang cukup tinggi di anime ini pun merasakan efek dari durasi ini.
    Yah penampilan Hotaru di sini akhirnya berkurang yang tadinya dia selalu tampil di setiap episodenya, di season keduanya ini hanya tampil di beberapa episode saja, buat gw greget aja.
Yang gini apalagi

 

     Tapi untungnya walaupun begitu setiap kemunculan Hotaru dia tampil dengan gaya yang selama ini kita kenal, super lebay, dan beberapa gerakan yang membuat kita panas dingin dalam menjelaskan detail jajanannya.
# Jajanan Juga Ikut Berkurang
     Lagi lagi karena durasi yang berkurang, bukan hanya Hotaru tapi jajanan yang di season pertamanya bisa muncul amphe 4 jajanan tapi sekarang cuman hanya satu jajan.
Yang ini apalagi 😭

 

     Padahal anime ini awalnya tujuannya yaitu memperkenalkan para penontonnya untuk mengenal jajan yang dulu tapi sekarang tergerus oleh jaman, sekali cukup sangat di sayangkan banget.
# Porsi Komedi Yang Berkurang Dan Menyisipkan Romance Yang Lebih Ketara
     Hal positif yang gw dapet dari anime ini adalah tetap mempertahakan komedi yang emang jadi ciri khas anime ini dari season pertamanya, namun berkurang arghhhh kenapa harus pada kurang gini Shi.
Masih dengan gaya komedi yang  sama

 

     Beberapa banyolan dan komedi di sini berahasil membuat gw tertawa lepas, dan senyum sendiri kadang, cara memperkenalkan jajanan nya pun masih sama walaupun sekali lagi harus berkurang porsinya.
     Dan yang lebih menonjol dari anime ini adanya romance yang lebih terlihat, mungkin kalo di season pertamanya masih sedikit samar-samar, di sini kita akan bisa melihat dengan cukup jelas, sang karakter utamanya menyukai si Hotaru dan, teman masa kecilnya pun terlihat lebih agresif dalam mendekati si Coconatsu.
Uhhh saya mulai agresif nie

 

# Para Karater  Baru Yang Terlihat Menarik 
     Sekali lagi walaupun gw di buat kecewa dengan durasi dan hal hal yang lainya yang berkurang, namun anime ini cukup baik dalam kemunculan karater karakter pendukung barunya.
     Yah para karakter yang muncul di sini berhasil menjalankan tugas nya dengan baik, dan mudah untuk di sukai sehingga terlihat bisa mengimbangi para karakter yang lebih dulu exsis di anime ini.
mengobati saat kehilangan Hotaru

 

      Dan yang paling gw suka adalah karater Hajime yang menurut gw berhasil membuat gw sedikit melupakan tentang Shi Hotaru walaupun penampilannya masih kalah jauh dengan Hotaru, tapi karakter ini pengobat di kala Hotaru ga ada.( Saya sorry gw selingkuh sekarang hahaha).
# Art Yang Kurang
     Entah berapa kali gw harus bilang kurang di anime ini, tapi emang yang gw dapet seperti itu, untuk art mungkin karena studionya berpindah tangan jadi ada sidikit penurunan kwalitas dari artnya.
Hotaru kamu sedikit kurang

 

     Yang paling ketara desain Hotaru yang menurut gw sedikit kurang daya tariknya dari pada desain Hotaru di season pertamanya, apa gw doang yang rasain entah lah tapi yang gw dapet gitu.
# Musik Masih Lebih Enak Season Pertamanya
      Mungkin ini hanya soal selera aja, tapi setelah gw denger opening dan ending dari anime ini, gw lebih condong ke season pertamanya yang menurut gw jauh lebih enak di dengar dan berkesan, tapi masih enak untuk di dengar
     Opening dengan judul “OH MY Sugar Feeling!! (OH MY シュガーフィーリング!!)” by Ayana Taketatsu Terdengar lebih cepat dari pada di season pertamanya, dan sidikit lebih ke romance kali yah bingung gw ngomong nya hahahaha, yah intinya enak tapi masih enakan yang pertama.

 

     Untuk musik endingnya dengan judul Okashi na Watashi to Hachimitsu no Kimi (おかしなわたしとはちみつのきみ)” by Hachimitsu Rocket (はちみつロケット) Jauh lebih enak ini dari pada openingnya dan ada sedikit nyambung dengan cerita di anime ini, unsur romance pun tercurahkan dengan baik, apalagi suara intronya yang bagi gw enak di telinga.

 

# Kesimpulan
     Dengan serba kurangnya anime ini, dari durasi, komedi, Hotaru, dan yang lainya, Dakashi Kashi masih bisa di nikmati dengan sangat baik walaupun pasti ketika menonton ada sesuatu yang mengganjal dengan anime ini.
     Untungnya anime ini berhasil mempertahankan apa yang kita cintai dari anime ini, dan yang paling ok bagi gw adalah para karakter pendukung barunya yang menurut gw sangat baik dalam menjalankan tugasnya, jadi engga tengelam dengan karater yang lain nya.
     Ok sepertinya cukup review gw di kesempatan kali ini mohon maaf kalo gw jarang nulis dan pembahasan itu itu saja, sebenernya gw sidikit merindukan bung fiqih  ( jangan jangan gw hahahaha engga lah gw masih normal cuy), yah sebagai sahabat gitu, gw berharap bung fiqih segera bergabung lagi di sini dan menulis artikel lagi, ok sampai ketemu di postingan berikutnya salam 21 😎.
+ Kelebihan
+ Masih mepertahakan apa yang di sukai di anime ini
+ Karakter pendukung baru
+ Romansa yang lebih jelas
– Kekurangan
– semua yang berkurang
# Cocok Untuk
     Yang menantikan anime ini dan engga berharap terlalu banyak
# tidak cocok untuk
     Mengharapkan sesuatu yang lebih dari seri pertamanya

Rekomendasi Acak