Relife Review ( Summer 2016) ” Mengulang Kembali Masa SMA “

     Salam ketemu lagi dengan gw teman-pembaca semuanya, gw harap kabar teman-pembaca pada baik dan sehat, yoshh di pertemuan kali gw bakalan ngereview anime yang sedikit mengantung untuk episode akhirnya, atau tepatnya episode puncaknya.

     Relife ini sebenernya udah lebih dulu tayang pada musim summer 2016 kemaren, dengan jumlah episode 13 namun di karenakan  manganya belum tamat jadi ceritanya waktu itu hanya sebagian saja, dan  bulan Maret tahun 2018 ini tepatnya tanggal 20 Maret kalo GA salah manganya berakhir.

Alternative Titles
☆ Synonyms : Re LIFE
☆ Japanese : リライフ

Information
☆ Type : TV
☆ Episodes : 13
☆ Status : Finished Airing
☆ Aired : Jul 1, 2016
☆ Premiered : Summer 2016
☆ Producers : Half H.P Studio, comico
✩ Licensors : Unknow
✩ Studios : TMS Entertainment
✩ Source : Web manga
☆ Genres : Romance, School, Slice of Life
☆ Duration : 23 min. per ep.
☆ Rating : PG-13 – Teens 13 or older

     Kebetulan gw baca manganya juga terus gw juga nonton LAnya,  untuk mengikutin manganya anime nya pun lanjut lagi dengan 4 episode puncak, gw pun otomatis ga Mao ketinggalan karena gw pengen liat akhir dari manga ini dalam format anime heheh.

      Anime Relife ini mengambil kisah dari mangnya dengan judul yang sama karangan Yayoiso Yang menceritakan tentang seorang pemuda umur 27 tahun bernama Kaizaki Arata yang menjadi nett karena sering di bully dan gagal di dalam pekerjanya, pada suatu malah datanglah seseorang bernama  Ryo Yoake yang  memberitahu kan kalo dia terpilih untuk ikut program Relife.

Nie orangnya 

      Relife sendiri adalah program dimana dia akan akan di beri obat sehingga dia akan kembali dalam wujud anak 17 tahun dan dia akan  kembali lagi ke masa SMA nya pas dia di semester terakhir kelas 3, dimana dia akan kembali menemukan apa yang telah hilang dalam dirinya dan siap untuk kembali ke dunia dia dewasa,  apa yang akan terjadi dengan Kaizaki Arara di sekolah dan apa sebenarnya tujuan dari relife sendiri? Teman-pembaca akan tau setelah menonton anime ini.

# Orang Dewasa Kembali Ke Masa Sekolah = Kocak

      Teman-pembaca bisa bayangkan Gimana jadinya kalo Teman-pembaca sendiri yang mengalami hal seperti ini, kehidupan sekolah yang sudah lama terlewatkan harus di rasakan kembali.

      Pasti teman-pembaca sudah lupha apa yang harus di lakukan di hari pertama sekolah, dan anime ini menggambarkan nya dengan baik dan cukup realistis bagi gw, apalagi kebiasaan kita saat sudah dewasa, seperti merokok, dan akhirnya terbawa saat kita kembali sekolah.

      Mata pelajaran yang sudah lupha atau lupha bawa alat tulis pokonya anime ini mmulai dengan sangat enak di lihat dan kocak menurut gw pribadi, dan akhirnya Arata harus benar benar pokus di percobaan Relife ini.

# Membantu Masalah Remaja

     Relife sendiri adalah program di mana orang dewasa yang jadi nett bisa kembali lagi ke dalam lingkungan, dan karena masa di mana manusia memulai mencari jati diri  adalah adalah masa remaja bisa di bilang masa SMA lah yang paling tepat.

     Arata pun mulai masuk ke dalam dunia remajanya kembali awalnya yang hanya ingin menyelesaikan program Relife ini dengan santai dan tanpa ada apa apa, Arata malah terjerumus kedalam masalah para remaja.

     Mao tak mau dia pun harus menyelesaikan setiap masalah yang teman-teman nya hadapi dengan sifat dewasa yang dia punya saat itu, malah remaja di sini ga masalah yang extrime ko tapi masalah ringan ringan ajah ambil contoh masalah percintaan lah.

# Cerita Yang Ringan Dan Manis Apalagi Para Karakter Berubah Chibi Di Momen Tertentu

      Untuk cerita anime ini bagi gw cukup ringan dan di kemas dengan manis apalagi lingkungan sekolah yang menurut gw sudah sangat baik di aplikasi kan di anime ini.

    Yang paling menarik perhatian anime ini adalah cerita Arata yang mulai jatuh cinta dengan salah satu murid SMA di situ bernama shihiro yang di suguhkan dengan sangat baik, dan ada sedikit gejolak atau tekanan batin yang di alami oleh Arata karena dia merasa kalo dia bakalan di lupakan nantinya.

Hishiro Chibi imut banget Shi kamuu

     Tak lupha ada adegan yang menurut gw salah satu hal yang cukup baik lagi di sematkan di anime ini, dan ini juga ada di mangnya yaitu ketika ada momen tertentu para kateter berubah jadi Cibi dan itu terlihat manis bagi gw.

# Meringkas Manganya Menjadi Anime Berhasil Di Eksekusi Dengan Baik

      Awalnya anime ini mengikutin cerita yang ada di manganya dari awal amphe 13 episode anime ini berurutan dalam menyuguhkan cerita di versi mangnya, walaupun ada bagian yang GA di tampilan di anime nya tapi menurut gw GA jadi masalah karena itu bagian yang GA terlalu penting Shi sebenarnya mah.

      Dan pada akhirnya di 4 episode puncaknya anime ini langsung melompat jauh dari versi mangnya yang di anime kan di 13 episode pertamanya, yah kira kira 100 capter kali melompatnya, namun buat teman-pembaca yang belom atau sudah  baca manganya gw jamin GA akan masalah dengan cerita anime ini.

     Karena di episode puncak kita hanya di suguhkan dengan cerita  lebih fokus ke  Arata dan Hishiro dalam mengahadapi perasaan mereka, intinya anime ini berhasil dengan sangat baik dalam menganimekan versi manganya tanpa mencederai ceritanya sendiri.

# Art Yang Berasa Kurang

     Entah bujet yang kecil atau apa sang studio terlihat banyak sekali pengurangan dalam artnya yang ada di anime ini, apalagi para karakter pendukung nya atau siswa lain yang bukan tokoh utama dalam Anime ini yang hanya di gambarkan cuman gambar reflika yang tembus pandang saja tanpa adanya detail yang berati.

Bisa di lihat para karakter pendukung yang cuman bening ajah 

      Bagi gw sedikit mengurangi rasa hawa lingkungan yang hidupnya, namun untuk desain lingkungan sekolah dan para tokoh utamanya gw ga terlalu jelek Shi yah standar ajah bagi gw mah.

# Musik Ga Menggambarkan Anime Ini

      Untuk musik opening anime ini dengan judul “Button” by PENGUIN RESEARCH . Bagi gw baearsa kurang, dan menurut gw sedikit kebingungan Mao kemana arah musiknya sendiri,, di sebut romansa engga berada di sebut Slice Of life juga kurang yah intinya bagi kurang cocok dengan lagunya.

      Untuk musik endingnya  banyak judulnya, soalnya tiap episode semuanya ganti lagunya jadi kayak satu album full,
Tapi sayang juga bagi gw hanya beberapa saja yang cukup ngena di anime ini sisanya berakhir sia sia bahkan episode pamungkas saja musiknya kurang berkesan bagi gw.

1. “Iijuu★Rider (イ―ジュ-★ライダー)” by Tamio Okuda
2. “HOT LIMIT” by T.M. Revolution
3. “HONEY” by L’Arc~en~Ciel
4. “Timing (タイミング)” by BLACK BISCUITS
5. “Kore ga Watashi no Ikiru Michi (これが私の生きる道)” by PUFFY
6. “Sunny Day Sunday” by Sentimental Bus”
7. “Saudade (サウダージ)” by Porno Graffiti)”
8. “Yuki no Hana (雪の華)” by Mika Nakajima
9. “There will be love there: Ai ga Aru Basho (There will be love there-愛のある場所-)” by the brilliant green
10. “Asu e no Tobira (明日への扉)” by I WiSH
11. “PIECES OF A DREAM” by CHEMISTRY
12. “Natsumatsuri (夏祭り)” by Whiteberry

# Kesimpulan

      Dengan cerita yang kembali ke masa sekolah bagi gw cukup baik kisah remaja nya pun di kemas dengan apik dan ga melenceng dari manganya walaupun ada bagian yang cukup jauh di potong, namun tidak merubah menikamatin menonton anime ini.

     Dan kisah romansa di anime ini pun cukup manis dan bikin kita gemas dan penasaran hingga akhir episode, Ok sepertinya cukup sekian dari gw reviews kali ini, dan Sampai ketemu di review gw berikutnya salam 21 😎.

+ Kelebihan

+ Cerita yang manis
+ Romansa yang bikin gemas
+ Masa SMA yang di gambarkan dengan apik
+ Momen Cibi yang unik

 – Kekurangan

– Art yang setengah setengah
– desain pemeran pendukung yang kurang
– musik yang ga cocok

# Cocok Untuk

      Pengemar mangnya dan ingin melihat versi Shihiro dalam anime nya

# Tidak Cocok Untuk

      Yang ingin menampilkan setiap adegan versi manganya dan menunggu lama di episode puncaknya .

Rekomendasi Acak